Masjid merah panjunan ini termasuk masjid yang cukup tua, masjd ini berdiri sekitar abad ke-15 dan didirikan oleh salah satu ulama besar yang berasal dari india timur(sekarang pakistan) beserta para pengikutnya. Masjid ini memiliki cerita sejarah yang cukup panjang dan menarik,cerita dari awal mula pendirian masjid sehingga diminta untuk merobohkan masjid yang sudah berdri dengan kokoh sampai cerita dari nama masjid tersebut.Syekh abdurrahman adalah pendiri masjid merah panjunan beliau dipercaya sebagai utusan Nabi Muhmmad SAW untuk menyebarkan agam islam dipulau jawa,beliau berangkat dar india dengan kurang lebih 40 orang pengikut. Saat beiau sampai dipulau jawa khusunya dicirebon beliau dan para pengikutnya membutuhkan tempat beribadah karena beliau cukup susah mencari empat beribadah akhirnya beliau memtuskan untuk membuat sebuah masjid yang dibantu oleh pengikutnya.Sesaat setelah masjid tersebut jadi tiba-tiba ada utusan dari sunan gunung jati yang membawa pesan bahwa syekh abdurrahman diperintahkan menghadap beliau karena syekh abdurrahman dianggap telah melanggar aturan karena telah mendirikan masjid sebelum masjid agung berdiri dan diminta untuk merobohkan masjid tersebut tetapi syekh abdurrahman menolak sehingga utusan tersebut kembali kesunan gunung jati, hari berikutnya justru sunan gunung jati langsung yang mendatangi syekh abdurrahman untuk bernegosiasi akhirnya syekh abdurrahman sepakat. tetapi bangunan tersebut tidak benar-benar dirobohkan hanya saja ditenggelamkan kedalam tanah oleh syekh abdurrahman atas seizin ALLAH SWT, dan syekh abdurrahman beserta para pengikutnya ikut membantu membangun Masjid Agung Sang Cipta Rasa sampai jadi,lalu syekh kembali menimbulkan masjid yang sudah beliau benamkan kedalam tanah tersebut.Setelah cukup lama beliau dan para pengikutnya tinggal dicirebon akhirnya persediaan bahan makanan mereka menipis, karena tidak mau para pengikutnya mati kelaparan beliau menyuruh para pengikutnya membuat sebuah kerajinan yang berasal dari tanah liat atau yang bisa disebut anjun. membuat kerajinan anjun sendiri akhirnya menjadi salah satu mata pencaharian warga sekitar. saat beliau wafat beliau diberi gelar pangeran panjunan oleh warga sekitar dan beliau dimakamkan di gunung jati.
Hingga saat ini masjid merah panjunan sendiri mungkin masih kalah populer dari Masjid Agung sang cipta rasa tetapi Masjid merah panjunan masih berdiri dengan kokoh dan masih terjaga keasliannya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar