1. PENAMAAN MASJID MERAH PANJUNAN


Dinamakan dengan nama masjid Merah karena hampir keseluruhan masjid ini berwarna merah. Sedangkan nama Panjunan terletak di kampung Panjunan, kampung pembuat Jun atau keramik porselen. Kampung ini didirikan oleh Pangeran Panjunan (salah satu murid Sunan Gunung Jati). Nama asli dari Pangeran Panjunan adalah Maulana Abdul Rahman, pemimpin kelompok pendatang Arab dari Baghdad. Sang Pangeran dan keluarga mencari nafkah dari membuat keramik porselen. Begitu juga anak keturunan mereka sampai sekarang tetap membuat keramik porselen, sehingga tempat itu kemudian diberi nama Panjunan, pembuat Jun..Profesi tersebut sangat ditekuni oleh beliau dan beberapa keturunannya namun seiring berkembangnya zaman, saat ini bangunan telah terkikis dan menyisakan sebuah kenangan.

Lokasi masjid Merah Panjunan ini berada di Jalan Kolektoran Kampung Panjunan, Desa Panjunan Kecamatan Lemah Wunguk kota Cirebon Jawa Barat. Sejarah dari masjid Merah Panjunan ini tidak lepas dari sosok Pangeran Panjunan atau Maulana Abdul Rahman. Beliau adalah seorang murid dari Sunan Gunung Jati. Pangeran Panjunan membangun masjid ini pada tahun 1480 yang awalnya berupa surau kecil dengan ukuran 150 m2. Masjid ini di dirikan dalam lingkungan perkampungan masyarakat keturunan Arab di Cirebon.
Pangeran Panjunan sendiri adalah seorang pemimpin dari kelompok pendatang Arab dari Baghdad. Beliau beserta keluarganya datang ke Cirebon untuk mencari nafkah dengan cara membuat keramik porselen. Tak heran kini kampungnya pun terkenal dengan nama Kampung Panjunan. Pada proses pembangunan masjid nya pun konon katanya di desain oleh Pangeran Losari. Pangeran Losari atau Pangeran Angkawijaya-yang makamnya berada di pemakaman Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, adalah merupakan cucu Sunan Gunung Jati. Panembahan Losari adalah anak dari perkawinan pasangan Ratu Wanawati ( Cirebon ) dengan anak keturunan Raja Demak, Pangeran Dipati Carbon.
Awalnya pembangunan masjid tersebut digunakan untuk para pedagang melaksankan ibadah shalat. Seiring berjalannya waktu, masjid merah panjunan kini tak hanya difungsikan sebagai tempat shalat, masjid Merah Panjunan juga menjadi sebuah tempat bagi Wali Songo untuk menyebarkan dan mengajarkan agama islam. Terutama Sunan Gunung Jati dan pangeran Panjunan yang sangat rajin dan antusias untuk menyebarkan ajaran agama islam.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Tentang Kami

Kami adalah Mahasiwa Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon yang sedang melakukan kegiatan obeservasi tentang Cagar Budaya di wilayah Cirebon salah satunya Masjid Merah Panjunan , Selamat Membaca yaa kawan-kawan semoga bermanfaat ilmu nyaa jikapun ada yang kurang apa yang kami sampaikan kami mohon maaf dan bisa beri komentarnya kawan-kawannya sekalian dikolom yang sudah tersedia.
" Terimakasih "

Halaman

Postingan Populer

Total Tayangan Halaman