Review 2. arsitektur masjid merah panjunan


REVIEW 2. Arsitektur masjid merah panjunan                
Selanjutnya saya ingin sedikit mereview tentang benda-benda yang ada didalam masjid merah panjunan yang saya lihat pada saat observasi,disitu ada sesuatu yang menarik pas menanyakan benda-benda itu pada kuncennya,seperti halnya: Genteng, Kayu, Piring, Sumur dan Batu bata merah.yang bikin saya dan kelompok saya ingin observasi disitu karena melihat bangunannya itu dari luar terlihat sangat mencolok dengan warna merahnya.dan juga dilihat dari bentuk masjid merah panjunan itu yang memperlihatkan adanya perpaduan budaya dan agama.kata juru kuncennya,bentuk masjid merah panjunan itu sebuah akulturasi dari budaya dan agama masyarakatnya yang pada saat itu proses akulturasi di Indonesia sudah terjadi semenjak masa pra-Islam,yaitu Hindu dan Budha.
Mengapa terjadinya akulturasi antara agama-agama tersebut?karena,settelah kedatangan agama Hindu dan Budha ke Indonesia,baru datanglah agama islam.Agama-agama tersebut kemudian saling bertemu dan ada kontak yang secara terus menerus dan pada akhirnya terjadilah akulturasi. Jika kita melihat  masjid merah panjunan,disitulah ada unsur-unsur akulturasi budayanya.
Tetapi melihat dari arsitektur luarnya masjid merah panjunan ini sangat mencirikan sekali bahwa masjid ini asli Cirebon.Dinding dan pagar luar yang berbentuk semacam benteng dibuat dari batu bata merah,dan pintu gerbang masuknya yang menyerupai gerbang keraton majapahitt dan ornamen piring-piringan yang ditempelkan pada dinding-dinding masjid mencirikan masjid asli Cirebon.
okeh,kita balik lagi ke benda-benda yang menarik di Masjid Merah Panjunan. dibawah ini saya ingin Cuma sekilas menceritakan tentang benda-benda itu dengan tujuan agar kita lebih tau akan unsur didalamnya.
#GENTENG
       Genteng yang merupakan atap dimasjid merah panjunan ini sangatlah unik.  Atap nya menggunakan sirat yang juga berasal dari kayu tembesi/ kayu ulin.kenapa memakai genteng yang terbuat dari kayu tembesi/kayu ulin?  Atap sirat memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap perubahan suhu dan kelembaban, bentuk dari atap sirat yang digunakan di masjid merah itu bentuknya berupa lembaran tipis memanjang yang dihasilkan dari kayu yang digunakan. Saat ini atap sirat sudah sangat jarang digunakan di beberapa bangunan dikarena bahan dari kayu tembesi/ ulin sudah sangat langka dan jarang ditemui.
#KAYU
          Kayu  yang digunakan pada bangunan masjid ini adalah kayu tembesi. Karna kayu tembesi adalah kayu yang kuat dan sangat kokoh untuk membuat sebuah bangunan kayu tembesi juga sering dibuat mabel,bahan baku kontuksi bangunan,vinir dan suplai material untuk craft.
#PIRING

   Di dalam masjid terdapat piring-piring hias yang diberikan oleh putri cina dan sunan gunung jati sebagai kenang-kenangan. Piring Kuno yang menempel di dinding masjid adalah ciri khas bangunan Masjid Merah Panjunan Cirebon 

#SUMUR

        Sumur ini adalah sumur buatan yang digunakan pada saat tidak tersedia air di keran atau sedang mati lampu sumur tersebut sebagai alternatif penganti
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Tentang Kami

Kami adalah Mahasiwa Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon yang sedang melakukan kegiatan obeservasi tentang Cagar Budaya di wilayah Cirebon salah satunya Masjid Merah Panjunan , Selamat Membaca yaa kawan-kawan semoga bermanfaat ilmu nyaa jikapun ada yang kurang apa yang kami sampaikan kami mohon maaf dan bisa beri komentarnya kawan-kawannya sekalian dikolom yang sudah tersedia.
" Terimakasih "

Halaman

Postingan Populer

Total Tayangan Halaman