Review 5.
Silsilah Syekh Abdurrahman
Setelah
menuntut ilmu di Mekah, Syekh Nurjati mencoba mengamalkan ilmu yang diperoleh
dengan mengajarkannya di wilayah Bagdad. Di Bagdad Syekh Nurjati menikah dengan
Syarifah Halimah, putri dari Ali Nurul Alim. Ali Nurul Alim putra dari
Jamaludin al Husain dari Kamboja, yang merupakan putra dari Ahmad Shah
Jalaludin, putra Amir Abdullah Khanudin. Jadi, Syekh Nurjati menikah dengan
saudara secicit.
Dari pernikahan
tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak, yakni Syekh Abdurakhman (yang
kelak di Cirebon bergelar Pangeran Panjunan), Syekh Abdurakhim (kelak bergelar
Pangeran Kejaksan), Fatimah (yang bergelar Syarifah Bagdad), dan Syekh Datul
Khafid (kadang-kadang disebut juga sebagai Syekh Datul Kahfi, sehingga membuat
rancu dengan sosok ayahnya yaitu Syekh Datuk Kahfi, atau Syekh Nurjati di
beberapa manuskrip yang lebih muda umurnya, contohnya Babad Cirebon Keraton
Kasepuhan). Keempat anak tersebut dijamin nafkahnya oleh kakak Syarifah
Halimah, Syarif Sulaiman yang menjadi raja di Bagdad (1). Syarif Sulaiman
menjadi raja di Bagdad karena menikahi putri mahkota raja Bagdad.
Pangeran
Panjunan atau Syekh Abdurakham adalah putra Syekh Nurjati atau Syekh Datuk Kahfi yang menikah dengan Syarifah
Halimah, putri dari Ali Nurul Alim putra dari Jamaludin Akbar al Husain,
cucunya Pangeran Santri (1505-1579 M) yang bergelar Ki
Gedeng Sumedang dan memerintah Kerajaan Sumedang Larang bersama-sama serta
menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut. Pangeran Santri anak Pangeran Pemelekaran adalah cucu dari Syekh Maulana Abdurahman (Sunan / Pangeran Panjunan) dan cicit dari Syekh Datuk Kahfi.
Pangeran Panjunan menikah dengan Matangsari putra Agung Japura putra Amuk Murugul putra Prabu Susuk Tunggal, putra Prabu Niskala Wastu Kecana, Amuk Murugul memiliki saudara perempuan Nyi Kentring Manik Mayang Sunda yang dinikahi oleh Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi, Matangsari putri dari Keraton Japura yang terletak di Japura Kidul, Cirebon
Pangeran Panjunan mempunyai anak selain Pangeran Pamelekaran yang berputra Pangeran Santri juga dari istri lainnya berputra Ratu Bagus Angke atau Pangeran Tubagus Angke bergelar Pangeran Jayakarta II yang menikah dengan Ratu Ayu Pembayun Fatimah putra Fatahillah bergelar Pangeran Jayakarta.
Keluarga
Pangeran Panjunan adalah putra Syekh Datuk Kahfi yang dengan Syarifah Halimah putra Ali Nurul Alim. Ali Nurul Alim putra dari Jamaludin Akbar al Husain
Istri-istri
Pangeran Panjunan menikah dengan Matangsari putra Agung Japura putra Amuk Murugul putra Prabu Susuk Tunggal, putra Prabu Niskala Wastu Kecana, Amuk Murugul memiliki saudara perempuan Nyi Kentring Manik Mayang Sunda yang dinikahi oleh Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi, Matangsari putri dari Keraton Japura yang terletak di Japura Kidul, Cirebon
Pangeran Panjunan mempunyai anak selain Pangeran Pamelekaran yang berputra Pangeran Santri juga dari istri lainnya berputra Ratu Bagus Angke atau Pangeran Tubagus Angke bergelar Pangeran Jayakarta II yang menikah dengan Ratu Ayu Pembayun Fatimah putra Fatahillah bergelar Pangeran Jayakarta.
Keluarga
Pangeran Panjunan adalah putra Syekh Datuk Kahfi yang dengan Syarifah Halimah putra Ali Nurul Alim. Ali Nurul Alim putra dari Jamaludin Akbar al Husain
Istri-istri
- Matangsari
- Istri dari Putri Banten
Putra-putra
- Pangeran Pamelekaran putra dari Matangsari (berputra Pangeran Santri)
- Pangeran Tubagus Angke bergelar Pangeran Jayakarta II putra dari istri Putri Banten
- Syekh Abdurakhman (yang kelak di Cirebon bergelar Pangeran Panjunan),
- Syekh Abdurakhim (kelak bergelar Pangeran Kejaksan),
- Fatimah (yang bergelar Syarifah Bagdad), dan
- Syekh Datul Khafid (kadang-kadang disebut juga sebagai Syekh Datuk Kahfi)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar