Riview Tentang Masjid Merah Panjunan


kali ini saya ingin sedikit meriview tentang pendapat saya yang sudah melihat salah satu Cagar Budaya yang ada di wilayah Cirebon yaitu Masjid Merah Panjunan, masjid ini merupakan salah satu masjid peninggalan para wali sahabat wali songgo yang di bangun oleh Syarif Abdurahman dan para santrinyaa masjid ini memang cukup unik karena mulai dari tempat pembangunan nya, arsitekturnya dan dari ciri khasnya yaitu Warna Merahnya ,Masjid Merah Panjunan adalah salah satu dari beberapa masjid sejarah yang ada di wilayah Cirebon masjid ini memang bisa juga disebut mushola karena pada hari jum’at Masjid Merah Panjunan ini tidak dipakai untuk tempat sholat jum’at dikarena masjid ini tidak memadai untuk orang sholat jum’at didalamnya. sedangkan untuk hari jum’at sholatnya dilaksanakan di Masjid Sang Cipta Rasa yang berada dekat dengan Keraton Kasepuhan kenapa begitu karena menurut juru kunci dari Masjid Merah Panjunan masjid yang berada di kesepuhan adalah masjid yang hampir sama dengan yang ada di daerah panjunan ini atau bisa di bilang kakanyaa dari Masjid Merah Panjunan jadi kalo buat shloat 5 waktu bisa dilaksanakan di Masjid Merah panjunan dan ada hal unik dari masjid ini.
 ketika hari raya idhul adha dan idhul fitri ruangan yang paling depan bisa dipakai untuk sholat oleh masyarakat umum di hari raya tersebut dibukanya ketika menjelang magrib dan ditutup kembali selesai sholat idhul adha atau idhul fitri jika kalian pernah sholat didalamnya ruangan tersebut hawa yang dirasakan akan berbeda aura didalam masjid menjadi suasana yang sejuk,adem dan ingin betah lama-lama didalamnyaa soalnyaa dibuka 1 tahun cuman 2 kali di hari raya islam saja nah masih banyak orang yang belum tau tentang pintu yang ada di tengah prĂ©cis tempat masuk ruangan yang paling depan, kenapa pintu posisi yang ingin masuk didalam ruangan tersebut dibuat tidak seperti pintu-pintu masjid biasanya biasanyaa karena dari pintu tersebut terdapat beberapa makna agar orang yang memasuki ruangan masjid ataupun mushola baik orang kaya maupun orang miskin, pejabat ataupun bukan pejabat agar ketika masuk kita pasti akan merundukan badan kita itu menurut juru kunci kenapa dibuat pintu nya seperti itu, artinyaa setiap orang yang hendak beribadah didalam mesjid tidak ada perbedaan dari segi apapun, jika sudah masuk didalam ruangan tersebut semua status yang berada diluar itu agar sama derajatnya dan supaya orang-orang yang memasuki masjid tidak merasa sombong dengan dirinya sendiri dan setiap orang diajarkan untuk selalu sopan terhadapat siapa pun tanpa terkecuali yang paling penting yaitu terhadap orang tua bukan hanya orang tua sendiri tetapi orang tua yang beda umurnya jauh dari diri kita sendiri. dari arsitektur pintu tersebut juga ada persamaan dengan ruangan Masjid Sang Cipta Rasa yang ada di dekat Keraton Kasepuhan nah mungkin itu saja dari saya semoga apa yang saya sampai kan bisa bermanfaat bagi para pembaca dan untuk yang penasaran dengan Masjid Merah Panjunan ini bisa langsung dateng saja ke lokasi karena masjid ini bisa menjadi tempat wisata religi selain itu juga tidak ada tiket masuk,  sekaligus tempat yang dekat dengan penjual berbagai macam pernak pernik islam seperti minyak Wangi,Al-qur’an,Baju koko, dan masih banyak yang lainnya juga bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau lebih hemat dikantong .















Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Tentang Kami

Kami adalah Mahasiwa Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon yang sedang melakukan kegiatan obeservasi tentang Cagar Budaya di wilayah Cirebon salah satunya Masjid Merah Panjunan , Selamat Membaca yaa kawan-kawan semoga bermanfaat ilmu nyaa jikapun ada yang kurang apa yang kami sampaikan kami mohon maaf dan bisa beri komentarnya kawan-kawannya sekalian dikolom yang sudah tersedia.
" Terimakasih "

Halaman

Postingan Populer

Total Tayangan Halaman